Pulihkan Dampak Psikologis Pascabanjir, SSDM Polri Turunkan Tim Trauma Healing ke Pidie Jaya

TNI/POLRI65 Dilihat

www.Habajino.news | Meureudu – Dalam rangka siaga bencana dan pemulihan pascabencana banjir, Tim Psikososial dan Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri bersama Bag SDM Polres Pidie Jaya hadir memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Senin 5 Januari 2026.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, mengatakan bahwa kehadiran Tim Psikososial dan Trauma Healing ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pemulihan menyeluruh kepada masyarakat, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan emosional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir membantu masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana, khususnya dalam menangani dampak psikologis yang dialami anak-anak dan masyarakat terdampak banjir,” ujar AKP Mahruzar Hariadi.

Kegiatan trauma healing dilaksanakan di SD IT Annur Sementara Pidie Jaya serta di Gampong Meunasah Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Tim Psikososial Biro Psikologi SSDM Polri dipimpin oleh AKBP Agung Aditama dan AKBP Akhmad Fani Rakhim, dengan melibatkan personel psikososial antara lain IPTU Dara Ayudanti Hartati, IPTU Rahmini Ariyanti, Penda I Nadia Radhiaty, IPDA Frans Chaniago, IPDA M. Hafis Nugraha, BRIPDA Ikhwan Trishanda, dan BRIPDA Muhammad Sojid Kana.

Sementara dari Polres Pidie Jaya, kegiatan ini turut didampingi oleh Waka Polres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kabag SDM Polres Pidie Jaya AKP Mahyuddin, Aipda Muliadi, dan Briptu M. Asyari Alkhalidi.

Dalam pelaksanaannya, Tim Psikososial memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak terdampak bencana, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, dengan tujuan menciptakan rasa aman, mengurangi rasa takut dan cemas, serta menumbuhkan kembali semangat dan harapan. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembagian sarana kontak (sarkon) kepada anak-anak dan remaja.

Selain itu, Tim Psikososial turut memberikan dukungan psikososial kepada sekitar 50 ibu-ibu penyintas banjir, yang bertujuan untuk mengurangi trauma dan stres, membangun dukungan sosial, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Melalui kegiatan ini, terlihat adanya peningkatan rasa aman dan kepercayaan diri pada anak-anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Para ibu juga tampak lebih terbuka untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan dukungan sosial. Secara umum, masyarakat mulai mampu menerima dan beradaptasi dengan kondisi pascabencana banjir.

Kehadiran Polres Pidie Jaya menjadi wujud nyata bahwa Polri selalu berdiri bersama masyarakat, bekerja bersama, dan bangkit bersama dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *