Habajino.Aceh Tamiang – Rasa kebersamaan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan patut di contoh pada aliansi sipil yang satu ini, mereka manunggal dan berkolaborasi membersihkan sekolah dan drainase lingkungan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Senin 12 Januari 2026 lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kejuruan Muda serta lingkungan Desa SP Opak, Kecamatan Manyak Payed.
Pembersihan dilakukan melalui model kolaborasi yang melibatkan organisasi masyarakat sipil (OMS), sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga perguruan tinggi.
Pihak yang terlibat antara lain Satu Aceh Inisiatif, Farmidia, PT PEMA, Universitas Teuku Umar, pihak sekolah, masyarakat setempat, serta Dayah Islamic Center Langsa.
Kepala SMP Negeri 3 Kejuruan Muda, Mulyadi, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor sangat membantu sekolah dalam memulihkan kondisi sarana pendidikan.
“Dengan model kolaborasi ini, semua pihak terlibat dan memiliki tanggung jawab sosial. Pekerjaan yang berat menjadi ringan karena dipikul bersama,” kata Mulyadi, Jumat (16/1/2026)
Sementara itu, perwakilan Satu Aceh Inisiatif yang juga dosen Universitas Teuku Umar, Cut Asmaul Husna, mengatakan bahwa hasil kegiatan tersebut mulai dirasakan oleh pihak sekolah.
Ia menyebutkan dua ruang kelas dan satu mushala kini sudah dapat difungsikan kembali.
“Alhamdulillah, dua ruang kelas dan mushala sudah bisa digunakan. Saat ini proses belajar mengajar sudah mulai berjalan dengan melibatkan 201 siswa dan 16 guru, meskipun sarana masih terbatas dan sebagian area sekolah masih berlumpur,” ujar Cut Asmaul Husna, didampingi Saiful Amri dari Farmidia.
Selain pembersihan sekolah, kegiatan juga menyasar pembersihan drainase di lingkungan masyarakat Desa SP Opak sebagai upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan












