Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kemasyarakatan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu 21 Februari 2026.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi 200 lembar matras, 200 unit kompor gas satu tungku, 100 unit kipas angin, serta 390 paket sembako untuk warga terdampak. Penyaluran ini bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama Ramadan sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Bupati Pidie Jaya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus bergerak aktif dalam mempercepat pembangunan hunian tetap, melakukan pendataan ulang warga terdampak, serta berkoordinasi lintas sektor terkait normalisasi Krueng Meureudu dan pembersihan lumpur di sejumlah titik, khususnya di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut dilakukan agar proses pemulihan tidak berlarut-larut.
“Kami tidak tinggal diam. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus bekerja, mulai dari penyiapan lahan, percepatan administrasi, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi agar pembangunan hunian dan penanganan dampak banjir segera tuntas,” ujar Bupati Pidie Jaya.
Ia berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat semakin memperkuat upaya yang telah dilakukan daerah. Dengan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya optimistis pemulihan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat segera bangkit dan kembali hidup aman serta produktif. (Prokopim/Yuni).












