Inflasi Aceh 6,94 Persen, Wagub Dorong Operasi Pasar dan Stabilitas Harga

Pemerintah Aceh14 Dilihat

Habajino.news |BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh harus memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi di Bumi Serambi Mekah. Penegasan itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi, peringatan Malam Nuzulul Qur’an, serta Festival Ramadan 1447 Hijriah di Ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Rabu (4/3/2026).

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Aceh tercatat 6,94 persen, naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,69 persen. “Angka ini harus segera kita respons dengan langkah konkret. TPID wajib memastikan pengendalian harga berjalan efektif, distribusi bahan pokok lancar, dan operasi pasar dilakukan secara terukur demi menjaga daya beli masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga menyoroti percepatan pemulihan pascabencana. Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah Aceh untuk mengintensifkan sosialisasi skema bantuan kepada masyarakat, khususnya terkait hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta mekanisme pendanaan lainnya. Posko informasi diminta segera diaktifkan kembali guna mencegah miskomunikasi dan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah pusat.

Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan untuk memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), sehingga percepatan pemulihan tetap akuntabel dan tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menyampaikan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp824 miliar telah dikirim pemerintah pusat dan segera disalurkan. Sebagian dana tersebut dialokasikan untuk pemulihan dini di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan sesuai arahan Gubernur Aceh. “Pembangunan huntara saat ini telah melampaui 60 persen, dan ditargetkan rampung 100 persen sebelum Lebaran,” ujarnya optimistis.

Terkait Festival Ramadan, Fadhlullah mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan momentum ini sebagai sarana syiar Islam dan promosi adat budaya Islami Aceh ke tingkat nasional. Ia menyebut sejumlah pejabat pusat, termasuk Menteri Dalam Negeri dan beberapa menteri serta anggota DPR RI, menyatakan kesiapan hadir untuk menyaksikan langsung semarak Ramadan di Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedi Yuswadi menambahkan, Festival Ramadan akan dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat penetapan Masjid Raya Baiturrahman sebagai Cagar Budaya Nasional. Penutupan festival yang dipusatkan di kompleks masjid tersebut akan diisi atraksi budaya khas Aceh, seperti tradisi idang (hidangan berbuka bersama), pembagian ie bu peudah (bubur pedas) dan ie bu kanji kepada masyarakat, serta dirangkai dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan salat tarawih berjamaah.

Rapat koordinasi turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Kajati Aceh Yudi Triadi, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kepala BPKP Perwakilan Aceh, serta para asisten, staf ahli, dan kepala satuan kerja perangkat Aceh. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *