Pulihkan Dampak Psikologi Pasca Banjir,SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing di Wilayah Hukum Polres Pidie Jaya

Headline, Kesehatan22 Dilihat

www.Habajini.news | Meureudu – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro Psikologi SSDM Polri melaksanakan kegiatan Trauma Healing sebagai upaya pemulihan dampak psikologis pascabencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Rabu 14 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Pengungsian Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dengan sasaran masyarakat terdampak banjir serta personel Polri yang bertugas di lapangan.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, menyampaikan bahwa kehadiran Tim Biro Psikologi SSDM Polri merupakan bentuk perhatian dan kepedulian institusi Polri terhadap kesehatan mental pascabencana.

“Pendampingan psikologis ini penting guna membantu masyarakat dan personel Polri agar mampu pulih secara mental serta tetap optimal dalam menjalankan aktivitas dan tugas kepolisian pascabanjir,” ujarnya.

Adapun Tim Biro Psikologi SSDM Polri yang hadir dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Katim Biro Psikologi SSDM Polri AKBP Liberty Adi Surya, didampingi Iptu Nur Khafid, Ipda Frans Chaniago, dan Bripda Dicky Darmawan. Kegiatan ini turut didampingi oleh Waka Polsek Meureudu Ipda Yusri bersama personel Polsek Meureudu.

Dalam pelaksanaannya, Tim Biro Psikologi SSDM Polri memberikan teknik tapping kepada personel Polri sebagai metode untuk mengurangi kecemasan dan menjaga stabilitas psikologis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain itu, kegiatan trauma healing juga diberikan kepada masyarakat dengan mengunjungi Posko Pengungsian Gampong Meunasah Lhok serta Posko Kesehatan di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, halaman Gedung Tgk Chik Pante Geulima, Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan psikologis masyarakat terdampak banjir serta memperkuat kesiapan mental personel Polri, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *